7.10.12

Makalah Biokimia - LIPID



MAKALAH BIOKIMIA
“LIPID”


KELOMPOK II

Alda Novia Azizah                            (11 – 125 – 1079)
Candra Pradana                              (11 – 125 – 1082)
Dwi Ratih Pratiwi                            (11 – 125 – 1089)
Ghardika Yogiswara                       (11 – 125 – 1094)
Kusriwati Dwi Wahyu Octavia        (11 – 125 – 1101)

YAYASAN PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN
AKADEMI FARMASI JEMBER
JL. PANGANDARAN NO. 42 TELP.  0331-338884
ANTIROGO – JEMBER


MAKALAH BIOKIMIA
“LIPID”


KELOMPOK II





YAYASAN PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN
AKADEMI FARMASI JEMBER
JL. PANGANDARAN NO. 42 TELP.  0331-338884
ANTIROGO – JEMBER
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah – Nya, maka penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah dalam mata kuliah Biokimia yang berjudul “LIPID” dapat selesai tepat dengan waktunya.
Dalam makalah yang berjudul “LIPID” ini, penyusun kurang lebih membahas tentang lipid dan asam lemak, serta contoh penyakit yang berhubungan dengan lipid, agar dapat tertangani dengan tepat oleh penderita yang disebabkan oleh lipid.
Tak lupa penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan disini satu per satu, yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan tugas makalah ini hingga mencapai titik akhir maksimal yang dapat penyusun sajikan.
Penyusun sangat menyadari sepenuhnya, bahwa makalah yang berjudul “LIPID” ini, sangat jauh dari sempurna. Penyusun sangat membutuhkan segala kritik dan saran yang membangun guna menghasilkan tugas makalah yang jauh lebih baik lagi dari yang sekarang.
Sekian goresan pena dari penyusun. Penyusun mohon maaf yang sebesar – besarnya apabaila dalam makalah ini terdapat kata – kata yang kurang berkenan di hati para pembaca. Billahi taufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr,. Wb.

Jember, 01 Oktober 2012

                                                                                                                   Penyusun



DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................... ii
Kata Pengantar....................................................................................................... iii
Daftar Isi................................................................................................................... iv

BAB I : PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2        Tujuan................................................................................................................ 2
1.3        Rumusan Masalah............................................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN
2.1        Lipid
2.1.1        Definisi Lipid................................................................................................ 3
2.1.2        Fungsi Lipid.................................................................................................. 4
2.1.3        Klasifikasi Lipid............................................................................................ 4
2.2        Asam Lemak
2.2.1        Definisi Asam Lemak.................................................................................... 5
2.2.2        Sifat dan Karakteristik Asam Lemak............................................................. 7
2.2.3        Klasifikasi Asam Lemak............................................................................... 8
2.3        Contoh Penyakit............................................................................................... 15
BAB III : PENUTUP
3.1        Kesimpulan...................................................................................................... 17
3.2        Saran............................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 19


BAB I

PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Pada zaman modern ini, kita sama sekali tidak bisa memungkiri bahwa banyak sekali orang – orang yang mengonsumsi makanan berlemak. Makanan yang mengandung lemak, biasanya juga sarat mengandung kolesterol. Kita tak bisa memungkiri bahwa kegiatan yang super sibuk dapat membuat orang – orang jauh lebih memilih makanan cepat saji yang sejatinya justru mengandung banyak lemak, daripada makanan segar hasil olahan sendiri.
Makanan cepat saji seperti hamburger, pizza, dan lain – lain merupakan contoh makanan yang dapat menyebabkan kegemukan. Bagi kaum hawa, kegemukan merupakan sesuatu yang sangat ingin dihindari. Sehingga, kaum hawa pun bersedia melakukan apa saja bahkan sebuah diet super ketat demi mendapatkan tubuh langsing tanpa harus menghilangkan hobi makan berlemak. Hal ini merupakan contoh yang salah.
Sebagai seorang ahli farmasi, kita dituntut untuk mengetahui bagaimana mengatur pola makan yang baik dan benar dan takaran porsi yang secukupnya yang dapat diserap oleh tubuh. Hal ini dikarenakan, makanan merupakan sumber penunjang energi terbesar bagi tubuh, bahkan untuk makanan yang berlemak sekali pun. Kita tetap harus mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, namun dalam takaran sewajarnya. Jangan hanya karena kita suka lalu memutuskan makan sebanyak – banyaknya hingga menimbulkan suatu penyakit yang tak hanya merugikan diri sendiri, namun juga orang lain.



1.2            Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah yang berjudul “LIPID” ini ialah
  1. Guna memenuhi nilai standart maksimum pada mata kuliah Biokimia
  2. Guna mengetahui manfaat dari pengonsumsian makanan yang mengandung banyak lemak.
  3. Guna mengetahui jenis penyakit apa saja yang disebabkan oleh lipid

1.3            Rumusan Masalah
  1. Apa definisi dari lipid dan asam lemak?
  2. Apa saja fungsi dari lipid?
  3. Bagaimana klasifikasi dari lipid dan asam lemak?
  4. Sebutkan sifat dan karakteristik dari asam lemak?
  5. Adakah penyakit yang berhubungan dengan lipid? Jika ada sebutkan!










BAB II
PEMBAHASAN

2.1         LIPID
2.1.1    DEFINISI LIPID
Lipid ialah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya (Buku Biokimia Harper : hal 128). Lipid bersifat amfifilik, yaitu lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah.
Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis sub satuan atau blok bangunan biokimia yaitu, gugus ketoasil dan gugus isoprena. Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut seperti polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut non polar, seperti alkohol, eter, atau kloroform.
Senyawa ini merupakan konstituen makanan yang penting tdak saja karena nilai energinya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin larut lemak dan asam lemak essensial yang terkandung di dalam lemak makanan alami. Lemak disimpan di jaringan adiposa, tempat senyawa ini juga berfungsi sebagai insulator panas di jaringan subkutan dan disekitar organ tertentu. Lipid non polar berfungsi sebagai insulator listrik dan memungkinkan penjalaran gelombang depolarisasi di sepanjang saraf bermielin. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang penting, yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah.
Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di-, dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol. Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh melalui makanan.

2.1.2    FUNGSI LIPID
Macam – macam fungsi lipid ialah
1.      Menyimpan energi dan transport, sebagai fungsi utama triasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adiposa.
2.      Sebagai struktur membran
3.      Kulit pelindung dari komponen dinding sel
4.      Penyampai kimia
5.      Insulasi Barier, untuk menghindari panas, tekanan listrik dan fisik
6.      Kofaktor/prekursor enzim, untuk aktivitas enzim seperti fosfolipid dalam darah, koenzim A, dan sebagainya.
7.      Hormon dan vitamin, prostaglandin: asam arakidonat adalah prekursor untuk biosintesis prostaglandin, hormon steroid, dan lain-lain

2.1.3    KLASIFIKASI LIPID
Senyawa-senyawa yang termasuk lipid dapat dibagi dalam beberapa golongan. Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu:
1.      Lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes).
2.      Lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan, contohnya fosfolipid, cerebrosida.
3.      Derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, contohnya asam lemak, gliserol dan sterol.
Di samping itu berdasarkan sifat kimianya yang penting, lipid dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu lipid yang dapat disabunkan, yakni yang dapat dihidrolisis dengan basa, contohnya lemak, dan lipid yang tidak dapat disabunkan, contohnya steroid.
Lipid seperti lilin (wax), lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester yang jika dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk alkohol. Steroid tidak mengandunga asam lemak dan tidak dapat dihidolisis.
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk &mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan )
2.2         ASAM LEMAK
2.2.1    DEFINISI ASAM LEMAK
Asam lemak merupakan senyawa yang disajikan dalam bentuk rumus kimiawi sebagai R-COOH, dengan R adlah rantai alkil yang tersusun dari atom-atom karbon dan hidrogen.
Asam lemak atau asil lemak ialah istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan bermacam-ragam molekul-molekul yang disintesis dari polimerisasi asetil-KoA dengan gugus malonil-KoA atau metilmalonil-KoA di dalam sebuah proses yang disebut sintesis asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan gugus asam karboksilat; penyusunan ini memberikan molekul ujung yang polar dan hidrofilik, dan ujung yang nonpolar dan hidrofobik yang tidak larut di dalam air. Struktur asam lemak merupakan salah satu kategori paling mendasar dari biolipid biologis dan dipakai sebagai blok bangunan dari lipid dengan struktur yang lebih kompleks. Rantai karbon, biasanya antara empat sampai 24 panjang karbon, baik yang jenuh ataupun tak jenuh dan dapat dilekatkan ke dalam gugus fungsional yang mengandung oksigen, halogen, nitrogen, dand belerang. Ketika terdapat sebuah ikatan valensi ganda, terdapat kemungkinan isomerisme geometri cis atau trans, yang secara signifikan memengaruhi konfigurasi molekuler molekul tersebut.
Ikatan ganda-cis menyebabkan rantai asam lemak menekuk, dan hal ini menjadi lebih mencolok apabila terdapat ikatan ganda yang lebih banyak dalam suatu rantai. Pada gilirannya, ini memainkan peranan penting di dalam struktur dan fungsi membran sel. Asam lemak yang paling banyak muncul di alam memiliki konfigurasi cis, meskipun bentuk trans wujud di beberapa lemak dan minyak yang dihidrogenasi secara parsial.
Contoh asam lemak yang penting secara biologis adalah eikosanoid, utamanya diturunkan dari asam arakidonat dan asam eikosapentaenoat, yang meliputi prostaglandin, leukotriena, dan tromboksana. Kelas utama lain dalam kategori asam lemak adalah ester lemak dan amida lemak. Ester lemak meliputi zat-zat antara biokimia yang penting seperti ester lilin, turunan-turunan asam lemak tioester koenzim A, turunan-turunan asam lemak tioester ACP, dan asam lemak karnitina. Amida lemak meliputi senyawa N-asiletanolamina, seperti penghantar saraf kanabinoid anandamida.
Asam lemak adalah asam alkanoat dengan rumus bangun hidrokarbon yang panjang. Rantai hidrokarbon tersebut dapat mencapat 10 hingga 30 atom. Rantai alkana yang non polar mempunyai peran yang sangat penting demi mengimbangi kebasaan gugus hidroksil.
Pada senyawa asam dengan sedikit atom karbon, gugus asam akan mendominasi sifat molekul dan memberikan sifat polar kimiawi. Walaupun demikian pada asam lemak, rantai alkanalah yang mendominasi sifat molekul.

2.2.2    SIFAT DAN KARAKTERISTIK ASAM LEMAK
  1. Sifat Fisika Asam Lemak
Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik leburnya. Di samping itu makin banyak jumlah ikatan rangkap, makin rendah titik leburnya. Kelarutan asam lemak dalam air berkurang dengan bertambah panjangnya rantai karbon. Umumnya asam lemak larut dalam eter atau alkohol panas.
  1. Sifat Kimia Asam Lemak
Asam lemak adalah asam lemah. Apabila dapat larut dalam air molekul asam lemak akan terionisasi sebagian dan melepaskan ion H+. pH larutan bergantung pada konstanta keasaman dan derajat ionisasi masing-masing asam lemak.
  1. Persamaan henderson - Hasselbach
Garam natrium dan kalium yang dihasilkan oleh asam lemak dapat larut dalam air dan dikenal sebagai sabun. Asam lemak yang digunakan untuk sabun umumnya adalah asam palmitat atau stearat.  Minyak adalah ester asam lemak tidak jenuh dengan gliserol. Melalui proses hidrogenasi dengan bantuan katalis logam Pt atau Ni, asam lemak tidak jenuh diubah menjadi asam lemak jenuh, dan melalui proses penyabunan dengan basa NaOH atau KOH akan terbentuk sabun dan gliserol.
Molekul sabun terdiri atas rantai hidrokarbon dengan gugus –COO- pada ujungnya. Bagian hidrokarbon bersifat hidrofob, sedangkan gugus –COO- bersifat hidrofil. Karena adanya dua bagian ini, molekul sabun membentuk misel, yaitu kumpulan rantai hidrokarbon dengan ujung yang bersifat hidrofil di bagian luar.
Sabun dapat berfungsi sebagai emulgator. Pada proses pembentukan emulsi ini, bagian hidrofob molekul sabun masuk ke dalam lemak, sedangkan ujung yang bermuatan negatif ada di bagian luar. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air.
Asam lemak tidak jenuh mudah mengadakan reaksi pada ikatan rangkapnya. Dengan gas hidrogen dan katalis Ni dapat terjadi reaksi hidrogenasi, yaitu pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Proses hidrogenasi ini mempunyai arti penting karena dapat mengubah asam lemak yang cair menjadi asam lemak padat.
Karena ada ikatan rangkap, maka asam lemak tidak jenuh dapat mengalami oksidasi yang mengakibatkan putusnya ikatan C=C dan terbentuknya gugus –COOH.

2.2.3    KLASIFIKASI ASAM LEMAK
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia R-COOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah H-COOH yang adalah asam format, H3C-COOH yang adalah asam asetat, H5C2-COOH yang adalah asam propionat, H7C3-COOH yang adalah asam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan valensi tunggal, sehingga membentuk rumus bangun alkana. Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27° Celsius). Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis dan trans. Semua asam lemak nabati alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan "Z", singkatan dari bahasa Jerman zusammen). Asam lemak bentuk trans (trans fatty acid, dilambangkan dengan "E", singkatan dari bahasa Jerman entgegen) hanya diproduksi oleh sisa metabolisme hewan atau dibuat secara sintetis. Akibat polarisasi atom H, asam lemak cis memiliki rantai yang melengkung. Asam lemak trans karena atom H-nya berseberangan tidak mengalami efek polarisasi yang kuat dan rantainya tetap relatif lurus. Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadi hidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini.

1.     Asam Lemak Jenuh
Asam lemak jenuh dapat digambarkan berupa asam asetat (CH3 – COOH) sebagai anggota pertama rangkaian dengan –CH2 yang ditambahkan di antara gugus CH3 – dan – COOH terminal.
Tabel Asam Lemak Jenuh
Nama Umum
Jumlah Atom C

Asetat
2
Produk akhir utama pada fermentasi karbohidrat oleh organisme puminansia
Butirat
4
Pada lemak tertentu dalam jumlah sedikit (terutama mentega). Suatu produk akhir fermentasi karbohidrat oleh organisme ruminansia
Valerat
5
Kaproat
6
Laurat
12
Spermaseti, kayu manis, biji pohon palem (palm kernel), minyak kelapa, pohon salam, mentega.
Miristat
14
Pala, biji pohon palem, minyak kelapa, myrtle, mentega.
Palmitat
16
Banyak di semua lemak nabati dan hewani.
Stearat
18

Anggota – anggota lain yang lebih tinggi dari rangkaian ini terdapat, terutama dia malam (wax). Beberapa asam lemak rantai bercabang juga pernah diisolasi dari sumber nabati dan hewani.
2.     Asam Lemak Tidak Jenuh
Asam lemak tidak jenuh dapat dibagi menjadi :
(1).       Asam tidak jenuh tunggal (monoetenoid, monoenoat), mengandung satu ikatan rangkap.
(2).       Asam tidak jenuh ganda (polietenoid, polienoat), mengandung dua atau lebih ikatan rangkap.
(3).       Eikosanoid: senyawa yang berasal dari asam lemak eikosa (20 – karbon) polienoat ini, terdiri dari prostanoid, leukotrien (LT), dan lipoksin (LX). Prostanoid mencakup prostaglandin (PG), prostasiklin (PGI), dan tromboksan (TX).
Prostaglandin terdapat pada hampir semua jaringan mamalia yang bekerja sebagai hormon lokal, zat ini memiliki aktivitas fisiologis dan farmakologis yang penting. Senyawa golongan ini disintesis in vivo dengan cara siklisasi bagian tengah rantai karbon dari asam lemak tak jenuh ganda 20 – karbon (eikosanoat), misalnya asam arakidonat untuk membentuk suatu cincin siklopentana.
http://www.cyberlipid.org/images/pict20.gif







Serangkaian senyawa terkait, tromboksan, memiliki cincin siklopentana yang diselingi oleh sebuah atom oksigen (cincin oksana).



http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f5/Thromboxane_A2.png







Tiga asam lemak eikosanoat yang berbeda menghasilkan tiga gugus eikosanoid yang ditandai oleh jumlah ikatan rangkap di rantai samping, misalnya PG1, PG2, PG3. Gugus – gugus substituen berbeda yang melekat pada cincin menghasilkan serangkaian prostaglandin dan tromboksan yang dinamai A, B, dst, misalnya tipe E prostaglandin (seperti pada PGE2) memiliki sebuah gugus keto di posisi 9, sementara tipe F memiliki sebuah gugus hidroksil di posisi ini. Leukotrien dan lipoksin adalah kelompok ketiga turunan eikosanoid yang terbentuk melalui jalur lipoksigenase

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Leukotriene_A4.svg/420px-Leukotriene_A4.svg.png

     





Kelompok ini masing – masing ditandai oleh adanya tiga atau empat ikatan rangkap terkonjugasi. Leukotrien menyebabkan bronkokonstriksi dan merupakan agen proinflamasi kuat serta berperan dalam asma.

Tabel Asam Lemak Tak Jenuh yang Memiliki Makna Fisiologis dan Nutrisi
Jumlah Atom C serta Jumlah dan Posisi Ikatan Rangkap
Family
Nama Umum
Nama Sistematik
Keberadaan
Asam Monoenoat (satu ikatan rangkap)
16:1;9
ω7
Palmitoleat
cis-9-Heksadesenoat
Pada hampir semua lemak
18:1;9
ω9
Oleat
cis-9-Oktadesenoat
Mungkin asam lemak tersering dalam lemak alami
18:1;9
ω9
Elaidat
trans-9-Oktadesenoat
Lemak terhidrogenasi dan ruminansia
Asam Dienoat (dua ikatan rangkap)
18:2;9,12
ω6
Linoleat
all-cis-9, 12-Oktadekadienoat
Jagung, kacang tanah, biji kapas, kedelai, dan banyak minyak nabati
Asam Trienoat (tiga ikatan rangkap)
18:3;6,9,12
ω6
γ – Linoleat
all-cis-6,9,12-Oktadekatrienoat
Sebagian tumbuhan, misalnya minyak evening primrose, minyak borage, asam lemak minor pada hewan
18:3;9,12,15
ω3
α – Linoleat
all-cis-9,12,15-Oktadekatrienoat
Sering ditemukan bersama asam linoleat, tetapi terutama pada minyak biji rami
Asam Tetraenoat (empat ikatan rangkap)
20:4;5,8,11,14
ω6
Arakidonat
all-cis-5,8,11,14-Eikosatetranoat
Ditemukan dalam lemak hewan; komponen penting fosfolipid pada hewan
Asam Pentanoat (lima ikatan rangkap)
20:5;5,8,11,14,17
ω3
Timnodonat
all-cis-5,8,11,14,17-Eikosapentaenoat
Komponen penting pada minyak ikan, misalnya hati ikan cod, mackerel, menhaden, minyak salmon
Asam Heksanoat (enam ikatan rangkap)
22:6;4,7,10,13,16,19
ω3
Servonat
all-cis-4,7,10,13,16,19-Dokosaheksaenoat
Minyak ikan, fosfolipid dalam otak

3.     Garam dari Asam Lemak
Sabun adalah campuran dari natrium hidroksida berbagai asam lemak yang terdapat di alam bebas.
Sabun terbuat melalui proses saponifikasi asam lemak. Biasanya digunakan natrium karbonat atau natrium hidroksida untuk proses tersebut.
Secara umum, reaksi hidrolisis yang terjadi dapat dirumuskan:
asam lemak + NaOH ---> air + garam asam lemak
Jenis sabun yang dihasilkan bergantung pada jenis asam lemak dan panjang rantai karbonny. Natrium stearat dengan 18 karbon adalah sabun yang sangat keras dan tidak larut. Seng stearat digunakan pada bedak talkum karena bersifat hidrofobik. Asam laurat dengan 12 karbon yang telah menjadi natrium laurat sangat mudah terlarut, sedangkan asam lemak dengan kurang dari 10 atom karbon tidak digunakan menjadi sabun karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan berbau kurang sedap.

4.     Prostaglandin
Prostaglandin merupakan lipida yang dibangun oleh 20 atom karbon pembentuk rantai utamanya. Prostaglandin merupakan lipida yang mengandung gugus hidroksil (OH) di posisi atom C nomor 11 dan C nomor 15, dan memiliki ikatan rangkap pada atom C no 13.

http://www.cyberlipid.org/images/pict20.gif







Prostaglandin dihasilkan oleh jaringan yang sedang terluka atau sakit yang disintesis dari asam lemak tak jenuh rantai panjang yaitu asam arakidonat. Kehadiran obat penghilang rasa sakit seperti aspirin dapat menghambat proses pembentukan molekul ini. 

http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/01/gambar-14.40-300x80.jpg





2.3         CONTOH PENYAKIT
1.     Gangguan oksidasi asam lemak
Beberapa enzim membantu menguraikan lemak sehingga mereka kemungkinan dirubah menjadi energi. Kelainan menurun atau kekurangan salah satu enzim ini membuat tubuh kekurangan energi dan membiarkan tubuh kekurangan energi dan membiarkan produk diuraikan, seperti acyl-CoA, menumpuk. Enzim tersebu paling sering kekurangan rantai medium acyl-CoA dehydrogenase (MCAD). Kekurangan MCAD adalah salah satu gangguan turunan pada metabolisme yang paling umum, terutama pada orang keturunan eropa utara.
Gejala biasanya terjadi antara kelahiran dan usia 3 tahun. Anak lebih mungkin mengalami gejala-gejala jika mereka tidak makan untuk jangka waktu tertentu (yang menghabiskan sumber energi lainnya) atau yang kebutuhan kalorinya meningkat karena olahraga atau sedang sakit. Kadar gula di dalam darah menurun secara signifikan, menyebabkan pusing atau koma. Anak tersebut menjadi lemah dan bisa mengalami muntah atau serangan. Melebihi jangka waktu yang lama, anak mengalami penundaan perkembangan mental dan fisik, hati yang bengkak, otot jantung yang lemah, dan detak jantung yang tidak beraturan. Kematian tiba-tiba bisa terjadi.
Beberapa negara menskrining bayi yang baru lahir untuk kekurangan MCAD dengan tes darah. Pengobatan darurat adalah dengan infus glukosa. Untuk pengobatan jangka panjang, anak harus seringkali makan, jangan pernah melewatkan makan, dan mengkonsumsi makanan tinggi karbohidat dan rendah lemak. Tambahan asam amino carnitine kemungkinan sangat membantu. Hasil jangka panjang biasanya baik.

2.     Penyakit Wolman
Penyakit Wolman adalah gangguan yang dihasilkan ketika jenis spesifik pada kolesterol dan gliserida menumpuk di jaringan, gangguan ini disebabkan pembesaran limpa dan hati. Penyimpanan kalsium pada kelenjar adrenalin membuat mereka lebih keras, dan diare lemak (steatorrhea) juga terjadi. Bayi dengan penyakit Wolman biasanya meninggal dalam usia 6 bulan.

3.     Penyakit Fabry
Pada penyakit Fabry, glycolipid, yang merupakan hasil metabolisme lemak, menumpuk pada jaringan. Karena gen tidak sempurna untuk gangguan langka ini dibawa pada kromosom X, penyakit full-blown terjadi hanya pada pria. Penumpukan glycolipid menyebabkan pertumbuhan pada kulit yang tidak bersifat kanker (angiokeratomas) untuk terbentuk di sepanjang bagian bawah tubuh. Kornea menjadi berawan, mengakibatkan pandangan buruk. Rasa terbakar bisa terjadi pada lengan dan kaki, dan orang tersebut bisa mengalami peristiwa demam. Orang dengan penyakit fabry segera mengalami gagal ginjal dan penyakit jantung, meskipun seringkali mereka hidup ke dalam masa dewasa. Gagal ginjal bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, yang bisa mengakibatkan stroke.
Penyakit Fabry bisa didiagnosa di dalam janin dengan contoh chorionic villus atau amniocentesis. Penyakit Fabry tidak dapat disembuhkan atau bahkan diobati secara lsngsung, tetapi peneliti menginvestigasikan sebuah pengobatan dimana kekurangan enzim digantikan dengan transfusi. Pengobatan terdiri dari penggunaan analgesik untuk membantu menghilangkan rasa sakit dan demam, orang dengan kerusakan ginjal bisa memerlukan pencangkokan ginjal.









BAB III
PENUTUP
3.1            KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas didapatkan kesimpulan, bahwa:
Lipid adalah molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut organik.
Lipid memiliki fungsi penting, yaitu:
1.      Sebagai penyusun struktur  membran sel
2.      Sebagai cadangan energi
3.      Sebagai hormon dan vitamin
Sifat-sifat Lipid
Sifat Fisik Lemak
Pada suhu kamar, lemak hewan pada umumnya berupa zat padat, sedangkan lemak dari tumbuhan berupa zat cair.
Sifat Kimia Lemak
Pada umumnya lipid tidak larut dalam air, karena mengandung hidrokarbon adalah nonpolar. Akan tetapi asam lemak, beberapa fosfolipid, sfingolipid mengandung lebih banyak bagian yang polar dibandingkan dengan bagian yang non polar. Karena itu dinamakan polar lipid. Polar lipid tersebut sebagian larut dalam air, dan bagian lain larut dalam pelarutan nonpolar.




3.2            SARAN – SARAN
Lipid merupakan molekul yang sangat dibutuhkan bagi tubuh namun juga memberikan dampak negatif jika berlebihan. Oleh karena itu, konsumsi lipid harus dalam keadaan seimbang. Lipid dapat dimanfaatkan dalam bentuk lain berdasarkan berbagai bentuknya. Misalnya minyak.



















DAFTAR PUSTAKA
-         Buku Biokimia Harper Edisi 27

 

No comments: